PALATIKA [Pecinta Alam Informatika & Komputer Jakarta]

Sampah Everest

Seorang pecinta lingkungan Perancis berhasil memindahkan sampah hampir seberat tiga ton di sekitar base camp di puncak gunung tertinggi ketujuh di dunia, gunung Dhaulagiri.

Tetapi mereka terpaksa meninggalkan sebuah mayat tua untuk menghindari komplikasi legal.

Tim yang terdiri dari lima orang dengan 10 trekking staff dan 20 orang sherpa dan pengangkat barang, menghabiskan waktu hampir selama satu bual di base camp gunung yang berada di ketinggian 8167 meter.

Breffni Bolze, pria berusia 27 tahun, seorang insinyur daur ulang yang tinggal di dekat Paris, mengatakan bahwa mereka mengumpulkan kaleng minuman kosong, botol-botol bir, bahan plastik dan batere lithium yang sangat beracun diantara sampah-sampah tersebut.

Mayat ditemukan disekitar atas camp dan mereka berusaha untuk tidak menyentuh mayat itu. Itulah yang ia kemukakan pada saat dia di Kathmandu.

"Kami merasa sangat terganggu melihat mayat yang sudah mengering tubuhnya tetapi kami tidak berani menyentuh mayat tersebut, bahkan untuk mengubur atau mengkremasi mayat itu, pemindahan mayat dapat menimbulkan masalah legal yang rumit, jadi kami memutuskan untuk tidak menyentuh mayat itu."

Puncak utama gunung Dhaulagiri pertama kali ditaklukan oleh tim gabungan Jerman dan Austria sekitar tahun 1960. Sejak saat itu hampir 100 pendaki gunung termasuk diantaranya pendaki gunung dari Perancis, Jerman, Inggris, Amerika dan Jepang, meninggal di gunung tersebut. Sebagian besar dari mereka tewas karena tertimpa tanah longsor.

Bolze mengatakan bahwa tim pembersih tidak dapat membersihkan gunung di atas ketinggian 5300 meter, karena terlalu berbahaya. Tim tersebut telah mengumpulkan sekitar 800 kg sampah dari pegunungan tersebut tahun lalu, dan dia mengatakan bahwa gunung tersebut saat ini sudah hampir bersih.

"Para pendaki dan trekker...tidak memikirkan tanggung jawab mereka untuk memberisihkan tempat tersebut dari sampah atau barang-barang sisa yang mereka gunakan," ungkap Bolze. "Keberadaan sampah tersebut tidak hanya mengurangi nilai keindahan gunung Nepal tersebut tetapi membuat orang luar tidak ingin mendaki gunung tersebut.

"Selama ekspedisi kami ini, kami berhasil mengumpulkan 20 kg batere bekas dari berbagai ekspedisi, 500 kaleng alumunium dan logam dan 100 kg kaca."

Sampah-sampah tersebut dipindahkan dari base Dhaulagiri sekitar 17 mil. Sebagian besar dibakar atau ditanam disana, tetapi sisa batere akan dibawa ke Perancis untuk di daur ulang.

dari Djarum-Super.Com
 


pengirim : balq  (miqbal@kartuku.co.id)
tgl kirim : 2003-11-03 15:23:06

PALATIKA [Pecinta Alam Informatika & Komputer Jakarta]