PALATIKA [Pecinta Alam Informatika & Komputer Jakarta]

Tak Kala Sang Alam Berduka

Datang…datang lagi semakin menjadi

Silih berganti bencana itu melanda manusia

Tanpa belas kasihan menerjang apapun…siapapun yang menghalanginya

Tragis…keji…terlontar dari mulut-mulut manusia

Itukah yang sebenarnya terjadi???

Begitu gampangnya tuduhan itu meluncur seperti derasnya air mengalir

Pernahkah kita menyadari dan intropeksi diri???

Apakah yang menyebabkan semua ini terjadi…

Apakah takdir Sang Penguasa???

Takdir???

Mungkin saja, tapi manusia pun turut andil menentukan nasib-nya sendiri

Kawan…ingatkah perlakuan kita terhadap alam ini

Apa yang telah kita berikan pada mereka

Selama ini kita hanya mengambil keuntungan dari-nya

Tanpa ada ‘simbiosis mutualisme’

Kita telah menjadi parasit yang menggerogoti bumi ini

Oh…betapa malangnya nasib-mu, Ibu Pertiwi

Kau berikan, Keindahan……………………………..

Kau berikan, Kedamaian …………………………….

Namun semua kebaikan-mu terbalas sudah dengan menguras air mata-mu.


 


pengirim : Pendaki Error  (pendakierror@yahoo.com)
tgl kirim : 2004-02-01 01:03:22

PALATIKA [Pecinta Alam Informatika & Komputer Jakarta]