Gunung Lamongan Berguncang
Meningkatnya aktivitas gunung Lamongan benar-benar membuat warga di sekitarnya cemas. Kamis dinihari kemarin, ribuan warga Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Lumajang, geger. Ribuan warga itu panik dan ramai-ramai ke luar rumah menyusul terjadinya gempa vulkanik beberapa kali di wilayah itu. Apalagi disertai kilatan dan suara gemuruh yang diduga berasal dari puncak gunung Lamongan.
"Warga langsung berhamburan keluar karena merasakan gempa cukup kuat. Terdengar pula suara gemuruh disertai kilatan cahaya yang berasal dari puncak gunung Lamongan," kata Sunar, warga Kalipengung kemarin.
Akibatnya, sebagian warga buru-buru melaporkan kejadian itu ke petugas. Pasalnya, warga benar-benar khawatir bila gunung Lamongan meletus. "Saya langsung lapor ke petugas pagi kemarin karena ada kabar gunung Lamongan meletus," ungkapnya. Hingga, sebagian besar warga sempat melekan sampai pagi khwatir bila Gunung benar-benar meletus. Bahkan, sebagian warga siap-siap melakukan pengungsian.
Memang, Rabu pagi sampai Kamis dinihari kemarin di wilayah sekitar gunung Lamongan terjadi gempa beberapa kali. Berdasarkan catatan pos pengamatan gunung Meja di Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, di beberapa tempat di sekitar gunung Lamongan terjadi gempa tektonik lokal. Yaitu di wilayah Randuagung dan Ranu Bedali. Gempa itu yang terjadi pada pukul 00.37 - 04.41 saja sudah terjadi enam kali gempa dengan skala 10 milimeter (MMI) tremorharmonik di Randuagung.
"Memang ada beberapa kali gempa kemarin. Termasuk yang sempat mengegerkan warga di Randuagung," kata kepala pos pengamatan gunung Lamongan, Bambang Wibowo saat ditemui di gunung Meja kemarin. Namun, dia menjelaskan fenomena itu hanya gempa lokal saja. Gempa di suatu tempat di gunung Lamongan kadang tidak bisa dirasakan di daerah lain yang tak jauh. Seperti di Randuagung dinihari kemarin.
Hingga status gunung berapi Lamongan masih tetap waspada seperti sebelumnya. Pasalnya, aktivitas gunung yang mencakup wilayah Lumajang, Probolinggo, dan Jember ini dinilai belum signifikan. Dibandingkan aktivitas 4 Januari silam, gempa yang terjadi Kamis dinihari kemarin lebih rendah amplitudonya.
Soal terjadinya suara gemuruh dan terlihat kilatan cahaya di puncak gunung dengan tinggi 1.700 meter itu, dia menyatakan karena hujan cukup deras di wilayah itu. "Suara gemuruh dan kilatan cahaya itu kemungkinan karena cuaca yang mendung disertai hujan," terang Bambang.
Camat Klakah Poerwanto yang juga sempat meninjau lokasi pos pengamatan di gunung Meja mengakui terjadi gempa di sekitar gunung Lamongan. "Memang terjadi gempa beberapa kali. Tapi skalanya masih kecil," kata Poerwanto kemarin.
Untuk itu, warga di tiga kecamatan, Klakah, Ranuyoso, dan Randuagung yang berada di sekitar gunung Lamongan tetap waspada bila aktivitas gunung Lamongan tiba-tiba naik. Khususnya yang bermukim di sekitar Ranu Bedali, Ranu Klakah, Ranu Pakis, Ranu Logong, dan Ranu Lading.
Sebab, ranu-ranu di sekitar gunung Lamongan itu merupakan sebaran kawah gunung yang kali terkahir meletus tahun 1898. Apalagi, bila terjadi peningkatan volume air secara tiba-tiba atau keluarnya gas kimia dari dalam ranu.
Sementara itu, akibat hujan cukup deras kemarin, di desa gunung cilik di Ranuyoso terjadi bencana banjir sampai lutut. "Memang wilayah gunung Cilik kebajiran air dari sungai di atasnya," kata sumber Erje yang tak mau disebut namanya.
Sumber : Jawapos, Radar Jember
pengirim : Ferry ( PLTK-03102?BW ) (ferry_pei@yahoo.com) tgl kirim : 2005-01-15 20:17:34 |