PALATIKA [Pecinta Alam Informatika & Komputer Jakarta]

Mulai November Selama 3 Bulan Gunung Rinjani Tak Boleh Didaki

TEMPO Interaktif, Mataram:Untuk mencegah terjadinya korban jiwa karena kecelakaan pendakian, memasuki musim hujan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani akan menutup pendakian mulai akhir Nopember 2005 ini. Penutupan akan diberlakukan selama tiga bulan tergantung kondisi hujan. Penutupan terpaksa dilakukan mengingat licinnya jalur ke puncak dan danau Segara Anak.

Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Ahmad Jamaludin dan Pelaksana Harian Badan Pembina Treking Rinjani Asmuni pada musim hujan jalur pendakian sangat licin. "Penutupan ini untuk menghindari korban jiwa akibat tergelincir,"kata Ahmad Jamaludin.

Pendakian ke Rinjani tersebut sangat melelahkan dan memerlukan waktu tiga hari pergi dan pulang. Lintasan jalur ke puncak Rinjani yang tingginya 3.726 meter di atas permukaan laut dan lintas turun ke danau Segara Anak yang tingginya 2.000 meter di atas permukaan laut, terjal. Kecelakaan sering terjadi pada jalur Sembalun. Disebutkan bahwa lintasan dari Sembalun ke Danau Segara Anak berupa tanah gembur atau setengah lumpur dan yang berasal dari Senaru ke danau sebagian tanah dan batu.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani tidak bertanggung jawab bila ada pendaki lokal yang melakukan pendakian secara diam-diam tanpa sepengetahuan petugas di lima pintu resmi Senaru, Sembalun dan Torean menuju puncak dan danau. Begitu juga dua pintu lainnya ; Kembang Kuning untuk menuju air terjun Jeruk Manis dan Pesugulan untuk menuju ke air panas Sebau, yang biasanya mendaki melalui jalur tikus.

-Supriyantho Khafid-

sumber:www.tempointeraktif.com
 


pengirim : pei  ()
tgl kirim : 2005-12-14 01:15:21

PALATIKA [Pecinta Alam Informatika & Komputer Jakarta]